Kakakku Hartaku 2

“ Ahhhhhhh “ desahan nikmat itu keluar dari seorang lelaki berkulit sawo matang berambut jabrik itu. Ia baru saja mencapai klimaks keduanya hari ini dengan posisi doggy style. Wanita yang baru saja ia setubuhi langsung ambruk setelah laki – laki itu melepas kedua tangannya yang ditarik oleh lelaki itu, siapa lagi kalau bukan Ravi dengan Ami, kakak beradik itu baru saja selesai melakukan persetubuhan. Dikamar yang hanya disejukkan oleh kipas itu terlihat Ami yang wajahnya memerah dan badannya yang berpeluh keringat.

Sudah lebih dari seminggu ini Ami harus melayani nafsu adiknya, baik sebelum berangkat kesekolah ataupun setelah Ravi pulang dari geng jalanannya. Ravipun juga jarang kesekolahnya, ia bangun sekitar pukul 9 lalu pergi tak jelas kemana. Ketika Ravi dirumah Ami dilarang mengenakan pakaian baik luar maupun dalam. Ravi sangat menyukai tubuh mulus kakaknya apalagi ketika ia sedang mencuci dan menjemur pakaian mereka, Ami mencuci pakaian dengan menggunakan tangan bukan mesin cuci. Setelah itu Ami harus telanjang kebelakang rumah mereka untuk menjemur pakaian mereka, rumah halaman rumah belakang mereka hanya dibatasi papan kayu yang tingginya kurang lebih 2 meter.

Hari sabtu pagi, Ami baru saja selesai menjemur pakaian dihalaman belakang rumah mereka Ami mengikat rambutnya kebelakang sehingga lehernya yang jenjang dan mengalir peluh terlihat sangat menggoda. Sementara Ravi didalam sedang asik menonton tv sambil makan nasi uduk. Ketika Ami ingin makan nasi uduknya Ravi memanggilnya dan menyuruhnya membawa bungkusan nasinya, Ravi mengambil bungkusan itu dan membukanya, lalu melanjutkan membuka CD nya, sehingga tampaklah penisnya yang sudah mengacung tegak. Ami masih heran apa yang akan disruh adiknya. “ sekarang lu masturbasi “ perintah Ravi santai, Ami pun lagi – lagi terpaksa mengikuti perintahnya. Ami duduk dan mulai meremas remas payudara kanannya dan tangan kirinya mengelus vaginanya, wajah Ami yang berkeringat menambah keseksian dirinya. Ravi semakin bersemngat mengocok penisnya “ masukin satu jari “ perintah Ravi, Ami langsung memasukkan jari telunjuknya dan mulai mengocok vaginanya, Ami tampak masih malu, ia merasa malu masturbasi dihadapan adiknya sendiri. “ sekarang 2 jari “ perintah Ravi lagi, jari tengah Ami pun amblas kedalam vaginanya ia masih memaju munurkan kedua jarinya. Tampak kedua jarinya sudah mulai basah “ makin kenceng “ Ami pun menambah empo kocokan dan “ ahhhhhhhh “ desahan panjang Ami terdengar, ia orgasme, Ravi pun mengeluarkan spermanya di atas nasi uduk yang hendak dimakan Ami. “ Sekarang lu makan ini gue mau liat “ perintah Ravi, Ami tanpa mencuci tangan dengan terpaksa memakan nasi uduk yang ditambah sperma itu “ gimana rasanya nasi uduk plus sperma ? hahhhahah “ Ravi mengejek Ami yang sedang makan itu. Ami hanya diam dan tetap makan. Setelah selesai makan, Ravi beranjak dari sofa ruang Tv dan hendak menuju kamar “ oh ya nanti malem lu ikut gue ke rumah temen gue “ perintah Ravi dan menutup pintu kamar. Ami bangkit dan mencuci piringnya dan piring yang diguanakan Ravi, Ami mencuci sambil menangis.

Jam 7 malam. Ravi sudah bersiap pergi kerumah temannya, ia menggunakan kaos polos hitam dan jaket jeans biru senada dengan celana panjangnya yang sudah sobek – sobek. Ia masih menunngu Ami. 5 menit kemudian Ami keluar, ia hanya berdandan seadanya ia menggunakan kemeja krem lengan panjang dan rok jeans navy selutut yang lumayan ketat. “ gak dandan aja lu bikin gue nafsu “ entah memuji atau menghina Ami. Mereka bersiap pergi menggunakan motor bebek Ravi.

Perjalanan yang lumayan panjang dan sedikit macet berhasil mereka tempuh, 45 menit kemudian mereka tiba dirumah Ravi yang sangat besar. Ravi memarkirkan motornya digarasi rumah itu, Ravi sangat hafal seluk beluk rumah itu. Saat ini mereka sudah tiba diruang tengah dimana ada 4 teman Ravi yang sedang asik mengeborol ditemani bir dan beberapa snack. “ woi brooo “ teriak Ravi menuju kerarah mereka, Ami mengikuti Ravi dari belakang, ia tampak malu – malu. “ Wow Ravi sudah dateng guys “ puji salah satu teman Ravi yang bisa dibilang gantengnya diatas rata – rata, ia merupakan blasteran sekaligus pemilik rumah. Ami juga mengenalnya, ia pernah datang beberap kali kerumah mereka. Lelaki itu bernama Jason. Sementara 2 lainnya masih bisa dibilang cukup ganteng. Rero badannya lumayan besar, rambutnya panjang sehingga menutup dahi dan sebagian mata kirinya. Maulana atau biasa dipanggil Maul, luamyan tinggi, berkulit putih, dan rambutnya selalu disisir kebalakang.

Ami tampak ragu dan tak enak berada diantara remaja laki – laki itu. “ kak Ami apa kabar? “ tanya Jason “ aku baik kok “ jawab Ami dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Merekapun memulai pesta kecil mereka, mereka masih menonton pertandingan sepak bola Inggris di TV 24 inch itu. Ditengah – tengah pertandingan Rero berpindah duduk kesebelah Ami yang agak menjarak dengan mereka, ia sedang asik menikmati pertandingan itu. “ hai kak “ sapa Rero “ hai juga “ . Hening terjadi antara mereka, tiba – tiba Maul langsung merangkul Ami, ia mendekati wajahnya ke leher Ami, ia mencium wangi parfum favorit Ami “ kakak wangi bikin nafsu “ bau alkohol tercium dari mulut Rero yang berada dekatnya. Perasaan Ami mendadak tak enak, ia langsung menghampiri Ravi dan membisikinya adiknya “ Vi, pulang yuk “ pinta Ami “ pestanya kan belum dimulai kak, lagian pesta ini harus ada kakak “ Ravi menjawab, wajah Ami tampak takut, ia lalu berdiri, lalu berjalan mundur hendak berlari, namun Maul sudah berada dibelakangnya dan memeluknya keras, ia mulai meremas payudara Ami dari balik kemeja dan tanktop Ami, “ kyaaaa tolonggg, Vi tolong kakak “ Ami menjerit. Ravi, Aji, dan Maul hanya berdiri melihat Ami menjerit. Rero yang lebih tinggi dari Ami menciumi rambut Ami dan mencoba menciumi pipi Ami. “ Raviiiiiii, kamemphhhh “ belum selesai bicara mulut Ami sudah dicium oleh Rero dari belakang sambil terus meremas kedua payudara Ami. Ravi dan kawan – kawannya mengeluarkan Hp mereka dan mulai merekam aksi sahabatnya mencium Ami. Rero pun melepas ciumannya, Ami pun langsung teriak “ tolonggggg Raviiii “ “maaf kakak cantik, kakak mau teriak sekeras apapun gak bakal ada yang denger kak “ Jason memberitahu Ami “ breettt tiba – tiba Rero menarik kesamping kemeja Ami sehingga kancingnya jatuh berhamburan ke lantai, terlihat tanktop Ami yang bewarna senada dengan kemejanya begitu juga belahan dadanya. Maul mendekati Ami yang tangannya sedang ditahan Rero kebelakang sehingga Ami tak bisa lepas, Maul juga langsung meremas payudara Ami lumayan keras, ia mengangkat Tanktop Ami dan tampaklah payudara Ami yang bulat dan menggoda itu. Ami disuruh Ravi untuk tak memakai BH. Maul tampak terpana sekian detik lalu mulai menjilati puting sebelah kanannya. Ami menutup matanya menahan rasa di payudaranya. Jason yang sudah terangsang juga mulai mendekati dan menjilati payudara dan puting Ami sebelah kiri, sedangkan tangan kanannya meraba bagian vagina Ami yang masih tertutupi rok jeans dan CD itu. Rero pun juga menjilati kuping dan tenguk Ami, ia ingin membuat Ami terangsang, sementara Ravi merekam aksi kawan – kawannya menggunakan kamera smartphone terbaru Jason agar hasilnya maksimal. Tangan Jason mulai masuk ke bagian dalam rok Ami, tangannya menyusup dari bawah, tangannya sudah mencapai vagina Ami, ia lalu sedikit menggeser kesamping CD Ami lalu mulai mengelusi vagina Ami “ Ahhhhh “ Ami mulai mendesah karena perlakuan tangan Jason. Jason menemukan dimana klitoris Ami, ia langsung mencubit klitoris Ami yang membuat Ami mendesah dan sedikit kesakitan “ ahhhhhhhhhh “ desahan panjang Ami terdengar, Rero langsung menyambar bibir Ami, kepalanya mengadah keatas sehingga Rero mudah menciumunya. Kini Jason mulai menusukkan jari telunjuknya ke vagina Ami sambil terus menjilati dan sesekali menggigit puting Ami.

Kini 2 jari Jason sudah menusuki vagina Ami dengan sangat kencang, Rero melepas ciumannya di bibir Ami, agar mereka bisa mendengar desahan Ami “ ahhhh.ahhhhh…..ahhhhh…uuuu…ahhhhhhhh “ sambil menutup mata Ami mendesah karena kocokan kencang di vaginanya. Ravi yang merekam aksi mereka harus lebih banyak bersabar. “ ahhhhhhhhh “ desahan panjang Ami terdengar ia mencapai orgasme pertamanya, tubuhnya mengejang “ hahhahahaha , daritadi nolak tapi nyampe juga “ ejek Rero yang membuat Ami malu, Jason mengeluarkan tangannya dari dalam rok Ami, ia memperlihatkan jarinya yang sudah basah terkena cairan vagina Ami. Ami benar – benar merasa malu. Jason lalu menyuruh Ami menjilati jarinya yang basah, Ami sempat melirik Ravi sebentar, Ravi memberi isyarat “ Ya “ pada Ami. Dengan terpaksa Ami pun menjilati jari Jason yang dipenuhi cairan dari vaginanya. Mereka memberikan appluse pada Ami, bagi Ami ini seperti hinaan terbesar dalam hidupnya. Mereka menjauhi Ami kecuali Rero. Rero melepas ikatan tangannya pada Ami lalu berusaha melepas kemeja Ami dan juga tanktopnya. Tampaklah badan Ami yang mulus, payudara yang bulat dengan belahannya yang indah serta perutnya yang rata, mereka semua tertegun melihat tubuh indah Ami. Kini Rero berusaha melepas rok jeans Ami. Ami berusaha mempertahankan roknya, namun Ravi justru membantu Rero menarik lepas rok jeans itu, tampaklah kaki Ami yang panjang, mulus, pahanya yang tak terlalu besar sangat cocok dengan badannya, CD nya yang bewarna putih juga terlihat begitu juga sebagian vaginanya yang masih tampak ada cairan putih kental. Kini giliran Ravi yang berusaha melepas CD Ami. Ami tampak pasrah, ia lalu melebarkan kedua kaki Ami, tampaklah seluruh vagina Ami, wajah Ami memerah menahan malu. “ OK sekarang waktunya acara utama “ Jason memberitahu teman – temannya. Teman – temannya tampak senang, Secara tiba – tiba Jason menggendong Ami di pundaknya sehingga kini bagian pantat Ami tepat disebelah kepala Rero dan kepalanya menjuntai kebawah dibagian tubuh belakang Rero. Rero memanfaatkan keadaan itu untuk mengelusi dan menampar pantat Ami. Membuat Ami beteriak kesakitan. Mereka lalu menuju kamar tidur Jason dilantai 2.

Kamar Jason berukuran sangat besar, terdapat ranjang king size, TV 23 inch, PS, dan juga kamar mandi yang besar yang tersambung melalui sebuah pintu, dan 1 pintu untuk menuju balkon yang lumayan besar yang menghadap kebelakang rumahnya. Ami yang diangkut oleh Rero langsung dilemparkan ke ranjang yang berukuran ini diikuti oleh mereka sambil melepas seluruh pakaian mereka, sementara Ravi tidak melepas pakaiannya, ia hanya melihat aksi kawan – kawannya yang akan memperkosa Ami. Jason yang sudah telanjang langsung meniban tubuhb Ami yang terbaring di ranjangnya. Ia langsung menciumi bibir Ami. Ami masih menutup bibirnya rapat – rapat, Jasonpun menjilati bagian wajah Ami yang lainnya. Ami berusaha berontak, karena kesal Jason berniat mengikat tangan Ami namun, Ravi menahannya, ia memperlihatkan fotonya yang sedang telanjang, Ami pun terdiam, ia terlihat kecewa terhadap Ravi namun apa dayanya. Jasonpun melanjutkan aksinya, ia menciumi bibir Ami yang terpaksa ia buka, Ravi menjilati langit mulut Ami, ia memainkan lidahnya didalam mulut Ami, ia hanya memilih pasrah. Tangan Jason mulai beraksi di payudara serta vaginannya sementara lidah Jason sudah berpindah ke area ketiak Ami, ia menjilati keringat yang sudah berkeringat itu sehingga mengeluarkan bau khas yang membuatnya tambah bernafsu “ ahhhh…geliiii.hahahah..ahhhh “ antara mendesah dan geli Ami merasakan perlakuan dari sahabat adiknya. Jason melepas ciumannya ia melebarkan kedua kaki Ami. Ami sudah tau maksudnya, ia hanya berharap semoga ini cepat berakhir. Jason mulai memasukkan penisnya, Ami meremas bantal dan menggigit bibir bawahnya. Ketika kepala penisnya masuk, Jason langsung menghantam penisnya menembus vagina Ami yang masih sangat rapat walaupun sudah tak perawan itu “ ahhhhhhhhhhhhhhhhhh “ teriakan Ami terdengar sangat panjang dan keras, ia merasa kaget dan kesakitan ketika penis itu menembus vaginanya. Jason membiarakan penisnya beradaptasi di vagina Ami, lalu mulai memaju mundurkan penisnya secara perlahan dan semakin cepat, lalu tiba – tiba berenti lalu cepat, ia memainkan tempo tak menentu, membuat Ami keterusan mendesah, sementar Ravi masih merekam persetubuhan itu dari berbagai angle. Tak sampai 5 menit, Ami mencapai orgasme keduanya “ ahhhhhhh “ tubuhnya melengkung, membuat dadanya membusung lalu kembali rileks setelah menerima orgasme keduanya. Setelah melihat Ami rileks, Jason kembali mengentoti Ami, ia kembali memainkan tempo tak menentu membuat Ami mulai menikmati pemerkosaan dari Jason,namun logikanya masih bisa mengalahkan hawa nafsunya, ia menggigit bibir bawahnya agar bisa menahan desahannya. 10 menit berlalu, Ami merasa akan keluar lagi, ia berusaha menahan sekuat tenaga agar tak keluar lagi. Jason juga terlihat akan mencapai orgasme pertamanya dengan Ami, vagina Ami yang masih rapat membuat Jason tak terlalu kuat, ia mempercepat genjotannya dan meremas payudara Ami. “ kak gue mau keluar ahhhh “ Jason memberitahu Ami, namun Ami tak mengiraukannya, ia berusaha menahan gejolak tubuhnya yang ingin mencapai orgasme, namun usahanya gagal ia mencpai orgasme ketiganya dan Jason mencapai orgasme pertamanya. Wajah Ami memerah dan berkeringat walaupun AC dikamar Jason sudah dinyalakan dan cukup untuk mendinginkan ruangan ini. Wajah Jason terlihat sangat puas. Ia membiarkan penisnya mengecil dan keluar sendiri dari vagina Ami. Setelah penisnya lepas dari vagina Ami terlihat dari lubang vagina Ami yang baru saja dibobol Jason cairan putih, campuran anatara sperma Jason dan per – cum Ami sendiri. “ bro gue izin pamit ya “ izin ravi pada Jaosn “ ok Bos, jadi kakak lu nemenin kita sampai besok kan ? “ tanya jason “ iya besok sorean gue jemput lagi kakak gue, gue izin pergi ya “ Ravi menjelaskan lalu meninggalkan mereka. Ami yang mendengar itu hanya bisa diam saja, ia sudah tak kuat berbicara. “ nah selanjutnya giliran kalian “ Ravi mengizinkan Maul dan Rero untuk memulai giliran mereka.

Maul meminta Rero untuk mengangkat Ami. Ami hanya pasrah apa yang akan dilakukan pada mereka pada tubuhnya, kini Maul yang berbaring, penisnya sudah berdiri dengan tegak, Rero mengarahkan vagina Ami ke penis itu, secara perlahan – lahan rero menancapkan vagina Ami kedalam penis sahabtanya “ ahhh manteppp “ desah Maul ketika sebagian penisnya sudah ditelan vagina. Kini penis Maul sudah ditelan semua oleh vagina Ami. Payuadara Ami kini sudah dalam genggaman tangan besar Rero yang berada dibelakangnya, ia meremas – remas payudara Ami dengan kasar “a hhhh sakittt “ teriak Ami kesakitan, namun mereka tak peduli. Rero kini meninggalakan mereka berdua. Ami yang tak kuat menumpu tubuhnya dengan kedua tangannya yang sudah berkeringat itu di paha bagian atas Maul, tubuhnya sedikit membungkuk. Maul mulai menggerekan penisnya secara perlahan “ ehhhh…ahhhh “ desah Ami pelan, ia sangat lelah. Maul terlihat sangat menikmati perkosaan ini “ ahhh mantap bangetttt, masih serettt “ ceracau Maul. Ia semakin cepat menggerakan penisnya namun tak bisa maksimal karena Ami yang berada diatas. Maul menggeser tangan Ami yang ada dipahanya sehingga payudara Ami Ami kini bertemu dengan dada Maul yang bidang begitu juga muka mereka, Maul langsung menggunakan kesempatan itu untuk menciumi bibir Ami. Ami berusaha menghindar namun kepalanya sudah dipegang oleh Maul menghadap wajah Maul sehingga Ami tak bisa menghindari ciuman Maul.

Maul semakin kencang mengentoti Ami dengan posisi berbaring sambil terus menciuminya “ ehmmm…empmppp “ hanya lenguhan tak jelas yang keluar dari mulut mereka berdua. Jason yang melihat aksi mereka dari kursi dekat meja belajarnya yang tak jauh dari ranjangnya. Rero yang daritadi hanya melihat sudah tak tahan, ia menghampiri mereka berdua. Ia memberi isyarat ia akan ikut bermain yang hanya dijawab anggukan oleh Maul, ia menghentikan genjotan dan ciumannya. Akhirnya, Ami bisa bernafas, ia berusaha melawan namun pergerakannya sudah diantisiapasi oleh Maul sehingga usahanya gagal. Rero meludahi tangannya dan mengoleskan liurnya disekitar lubang anus Ami. Ami merasa terkejut “ kamu mau ngapain? “ tanya Ami ketakutan “ tenang kakak Pelacur, sakitnya Cuma bentar “ jawab Rero santai “ entar juga nikmat sendiri “ Rero melanjutkan. Ami mulai meneteskan air matanya dan berusaha berontak. Namun usahanya gagal, ia sudah tak punya banyak tenaga untuk melawan. Kini penis Rero mulai diarahkan ke lubang anus Ami. Ami berusaha menggerakan pantatnya agar ia bisa menghindari penis Rero. Rero langsung menampar keras bongkahan pantat Ami hingga menampakkan bentuk tangan Rero “ ahhhh ‘ Ami berteriak kesakitan. “ Jangan banyak gerak perekkk “ Rero memarahi Ami, ia mulai memasukkan penisnya yang panjang itu secara perlahan “ plisss jangan disitu, di vagina aja “ pinta Ami, air matanya mulai turun, namun permintaannnya tak digubris. Kepala penis Rero sudah masuk ke lubang itu, ia kembali memasukkan penisnya lebih dalam lagi “ erghhhhh “ Ami mulai merasakan sakit saat lubang anusnya dibobol oleh penis Rero. Kini penis Rero sudah hampir setengah masuk, Ami sudah menangis karena sakit dilubang anusnya tak kuat ia tahan “ udahhhh sakittt “ lagi – lagi Ami memohon “ blessss “ penis Rero langsung dipaksa membobol anus Ami yang masih kering didalamnya “ arghhhhhhhhhhhhh “ teriakan Ami melengking, memekakan kuping orang disekitarnya terutama Maul yang berada paling dekat dengannya. Anus Ami terasa lecet saat penis Rero menghujamnya tanpa aba – aba. “ erghhhh sempit banget jingggg “ Rero juga membiarkan penisya beradaptasi di anus Ami. Setelah membiarkan beberapa saat Rero mulai menggerakan penisnya secara perlahan “ arghhhhh sakittt udahhh cabutt “ Ami tak bosan untuk memelas, walaupun tau itu takkan berhasil. Kini giliran Maul yang menggerakan penisnya juga. Ini merupakan double penetrartion pertama sekaligus tersakit yang pernah dialaminya. Saat penis Maul masuk, penis Rero keluar begitu juga sebaliknya “ ahhhh….ahhhh….sakitttt “ Ami mendesah. Pantantnya diremas – remas oleh Rero.

Hampir 20 menit kemudian, tempo Maul jadi berantakan, ia semakin mempercepat gerakan penisnya di vagina Ami. “ Ahhhhh….ahhh ….mantapppp…. gue pengen keluarrrr “ ceracau Maul. Ami juga merasakan ia akan keluar juga dan mereka keluar secara bersamaan, mengetahui hal itu Rero mengehntikan gerakannya, membiarkan mereka berdua menikmati klimaks mereka. “ tuh kan keluar lagi “ ejek rero kepada Ami. Maul mencabut penisnya. Badan Ami diangkat sedikit oleh Rero agar Maul bisa keluar. Maul berguling ke samping lalu duduk “ bersihin kontol gue buruan “ perintah Maul. Ami menolak, namun kepalanya diarahkan secara paksa ke penisnya. Akhirnya penis itu masuk kedalam mulut Ami. Maul menggerakan kepala Ami maju mundur, Rero juga mulai memaju mundurkan penisnya di anus Ami. Beberapa menit kemudian Maul melepas penisnya dari mulut Ami lalu meninggalkan mereka berdua di ranjang “ bakal nambah deh gue bayarnya “ tiba – tiba Jason berbicara “ yang penting puas, lu kan punya banyak duit “ balas Maul mengambil air dingin dari kulkas mini yang ada dipojok kamar.

Ami yang menungging, kepalaya dibantal, ia tak menggunakan tangannya sebagai penumpu karena sudah tak kuat. Rambutnya menutup sebagian wajahnya. Badannya sudah berkeringat, membuat Rero semakin bernafsu mengentotinya. Rero menambah tempo genjotannya dan Rero mencabut penisnya dari lubang anus Ami lalu membalikan tubuh Ami kembali telentang, Rero menyibak rambut Ami yang menghalangi wajahnya dan juga ia mengocok penisnya tepat didepan wajah Ami, lalu “ crottt….crottttt…crottt…crotttt “ lebih dari 5 semburan sperma muncrat mengenai wajah Ami bahkan sampai rambutnya. “ hahhhh…hahhhh…hahhhh “ Rero tampak terengah – engah. Jason mengambil smartphonenya lalu memotret wajah Ami yang belepotan sperma dan mengirimnya kepada Ravi. “ penis lu masih tegang aja bro “ Jason melihat penis sahabatnya yang masih tegak walau sudah klimaks “ gue hebat, gue pengen mulai ronde kedua “ sebut Rero sambil mengarahkan penisnya ke vagina Ami. Ia meremas – remas dengan keras vagina Ami sambil mengentotinya. Tak sampai 10 menit Rero mencapai klimaks keduanya, semprotan spermanya juga tak sebanyak saat pertama tadi.

Kini giliran penis Jason dan Maul yang kembali tegang “ double penetration yuk ? “ ajak Maul ke Jason “ ayooo, keluarnya diluar ya. “ “ gampang “ mereka berdua memasukkan penis mereka ke vagina dan anus Ami. Ami hanya bisa pasrah menerima perlakuan dari sahabat adiknya. Jason dilubang vagina dan Maul di anus Ami. Ami masih merasakan sakit yang amat di lubang anusnya, namun apa peduli mereka. Mereka kembali mengentoti Ami di dua lubang itu. Sementara Rero sudah terlihat sangat lelah. 5 menit kemudian Jason dan Maul merasa akan klimaks mereka mencabut penis mereka dan mengocok berbarengan didepan wajah Ami. Kembali tembakan sperma dari 2 orang mengenai wajah dan rambutnya bahkan ada yang jatuh ke leher Ami. Mereka memfoto Ami yang wajahnya sangat penuh dengan sperma dan menyuruhnya membersihkan penis mereka secara bersamaan. Ami memainkan lidahnya untuk membersihkan kedua penis itu dan sesekali memasukannya kedalam mulutnya. Mereka pun tertidur karena kelelahan, apalagi Ami, ia langsung tak sadar setelah membersihkan penis Jason dan Maul. Mereka tertidur telanjang, penis yang basah oleh air liur dan Ami yang kedua lubangnya masih menganga dan wajahnya yang berlumuran sperma. Mereka berempat tertidur dalam 1 ranjang.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.