Kakakku Hartaku 4

Rero sudah berbaring di kasur yang spreinya sudah berantakan, ia memegang penisnya mengarah keatas. Ami dibantu Jason dan Maul mengangkat Ami dan mengarahkan lubang vaginanya kearah penis Rero “ jlebbb “ vagina Ami berhasil menelan seluruh penis Rero. Setelah dilepas oleh Maul dan Jason, badan Ami langsung rubuh dan terbaring didada Rero, sebagian rambutnya langsung menutupi sekitaran kepala mereka berdua. Rero semakin terangsang mencium aroma khas dari tubuh Ami, ia menciumi rambut Ami yang walaupun sudah keringatan namun masih wangi.

Kini Jason sudah berlutut dibelakang tubuh Ami “ gue jadi pengen masukin ke pantatnya ya, Ami yang mendengar perkataan Jason langsung terkaget “ pliss jangan 2’2 nya satu – satu aja “ jawab Ami pasrah “ ehmmm “ Jason nampak berpikir sebentar “ ga ahh “ jawab Jason, ia langsung mengarahkan penisnya ke lubang anus Ami “ jangannnn “ teriak Ami. “ blessss “ penis panjang Jason langsung menembus lubang Anus Ami “ arghhhhh “ teriak Ami kesakitan karena lubangnya dipaksa masuk oleh penis besar Jason “ erghhhh ahhhh “ terdengar desahan nikmat dari bibir Jason. “ ok kita mulai ya “ perintah Rero. Saat penis Jason maju, penis Rero masuk, mereka langsung menggenjoti Ami dengan tempo tak sama. Dari sela – sela vagina Ami nampak cairan – cairan bening keluar,, membuat sekitaran pantat Mai menjadi becek dan menyebabkan bunyi – bunyi “ ahhhh….ahhhhhh…..ahhhhhhh..uuahhhhhh “ tubuh Ami melenting, tubuhnya menengang, ia kembali orgasme , wajahnya memerah antara lelah dan mulai ikut terangsang “ woii berhenti dulu, gue ga bisa liat muka seksinya “ sebut Maul, ia membawa 2 karet gelang dan mulai mengikat rambut Ami menjadi ekor kuda walaupun tidak terlalu rapi, namun Maul cukup bisa melihat wajah Ami yang sedang digenjot oleh dua orang “ silahkan mulai lagi “ Maul memberi aba – aba pada teman – temannya untuk kembali memulai aksi mereka. Jason dan Rero kembali mengentoti Ami seperti tadi, kini wajah berpeluh, merah, dan antara terangsang dan kesakitan itu semakin enak untuk dilihat. “ ahhhhh..udahhhhhhhh …… ahhhhh “ dasahan diserati teriakan Ami terus terdengar selama proses itu.

“ ahhhhh… jirrr gue mau crot nih Son “ Rero yang merasa klimaksnya kan tiba, memberi tahu pada Jason “ ia gue jugaaaahhhh, kita crot dimukanya ya ? tanya Jason “OK “ mereka berdua melepas peni mereka dan merubuhkan Ami hingga telentang, mereka berdua mengocok penis mereka sesaat sebeum mereka mencapi klimaks “ crotttt.crotttt.crottt…crottt…croottt…. crootttt “ mereka berdua mencapai klimaks dan langsung menyemprotkan sperma mereka kewajah Ami. Ami tak bisa menghindar wajahnya langsung dipenuhi sperma, Ami hanya sempat menutup mata dan mulutnya. “ Mereka berdua masih mengarahkan penis mereka sampai sperma mereka habis, seteklah sperma mereka habis. Selain wajah, leher Ami terkena lelehan sperma begitu juga rambutnya.

Ami langsung dijejali penis mereka untuk dibersihkan. Ami membuka mulutnya dan langsung membersihkan sperma mereka karena ia berpikir, penderitannya akan segera berakhir namun, itu salah, Maul menyuruh Ami untuk masturbasi, Ami yang sudah sangat lelah dan wajah masih berlumuran sperma tampak kaget namun, karena ia takut diperlakukan lebih parah, ia menuruti perintah para pemerkosanya. Ia berusaha duduk dan mulai mengangkangkan kakinya dan memasukkan 1 jarinya dan mulai mengocok vaginanya. “ ehhh “ desah Ami pelan “ woi kencengan !!! jarinya masukin 3, kalo perlu 4 “ teriak Maul yang mengambil smartphonenya untuk merekam adegan masturbasi Ami. Ami segera melakukan perintah Maul, ia mengencangkan suaranya, memasukkan 3 jarinya, dan mempercepat kocokannya divaginanya. “ ahhhhh….ahhhhhh,……ahhhhhhhh “ akhirnya Ami kembali orgasme ke sekian kalinya. Tangannya langsung dipenihi cairan putih kenta dari vaginanya, karena tenaganya sudah habis, kesadarannya mulai berkurang dan ia pingsan. Jason, Maul, dan Rero tampak tak peduli, mereka justru malah sibuk memotret Ami dengan smartphone mereka masing – masing.

4 jam kemudian. Ami mengerjap – ngejapkan matanya, ia nampak mulai sadar, kepalanya masih pusing, badannya terasa pegal dan lengket, vaginanya sakit. Ia mendengar suara – suara yang familiar baginya, ia adalah Ravi. Ravi nampak sedang berbicara asik dengan 3 sahabatnya itu “ vi “ panggil Ami pelan “ ehh kakakku sayang udah bangun “ Ravi menghampiri Ami “ kakak bentar lagi mandi, kita pulang ya “ Ravi nampak menyanyangi dan peduli pada kakaknya “ oh ya nanti lu balik pake jaket jeans sama roknya ada di kamar yang tadi lu mandi ya “ lanjut Jason. Ravi menghampiri kembali para sahabatnya dan asik berbincang.

Sekitar setengah jam kemudian. Ami mulai bangkit dari kasur persetubuhannya dan menuju kamar mandi, ia ngesot, karena tak kuat berjalan. Keempat lelakii itu nampak tak peduli dengan keadaan Ami dan masih asik bermain PS.

Ami masuk ke kamar mandi. Ia melepas pakaian itu dan langsung menyalakan kran shower, air hangat langsung membasahi tubuhnya, Ami duduk dibawah guyuran air shower itu sambil meratapi nasibnya.

Kurang lebih setengah jam etelah diguyur air hangat, Ami berusaha untuk bangkit dan menyudahi mandinya. Ia mengahnduki tubuhnya dan mengeringkannya. Ia keluar dari kamar mandi dan melihat pakaian yang disebutkan Jason tadi namun, ia tak melihat ada dalaman, tak pikir panjang, Ami langsung menggunakan jaket jeans itu dan rok jeans bewarna biru dongker.

Ami turun dari tangga mengangkang, karena rasa sakit di vaginanya belum hilang sepenuhnya. “ oh kakakku udah cakep, udah siap pulang “ Ravi nampak ceria menyambut kakaknya yang sudaah kembali wangi dan bersih, Ami hanya mengangguk.

Saat di gerbang depan, dimana ada motor Ravi, Jason berkata “ kakak lu mantep men, makasih ya kak “ Ami hanya diam “ dijawab dong “ kata Ravi sambil menyubit pentil kakaknya yang bersembunyi dibalik jaket jeans itu. “ makasih “ jawab Ami singkat “ kakak bilang tuh kayak gini. Makasih ya kalian udah mau pake memekku. Cepet “ “Makasih ya kalian udah mau pake memekku “ kata Ami menirukan perkataan Ravi “ sama – sama sayang “ jawab mereka bertiga kompak “ oh ya sebelum pisah, gue boleh ciuman sekal lagi ga ? “ tanya Maul, yang membuat Ami kaget “ gpp bero “ jawab Ravi santai, Ami kembali terkejut, mendapat lampu hijau, Maul langsung mencium bibir Ami, tepat di tepi jalan dan bergantian oleh ketiganya. Akhirnya, Ami naik motor dan meninggalkan rumah Jason.

Dirumah Ravi dan Ami. “ kak gimana rasanya ? “ tanya Ravi. Ami hanya memmbisu tak menjawab “ kalo ditanya jawab !! “ Ravi sambil berbalik badan langsung menampar pipi Ami “ iya, sakit, cape “ jawab Ami ketakutan “ tapi kata temen – temen gue, lu keenakan “ sambung Ravi “ gaaa “ jawab Ami. “ okelah gpp, nanti duit dari memek lu gue transfer aja ya “ kata Ravi meninggalkan Ami yang terduduk di ruang depan. Ami nampak shock, ia baru tau bahwa ia dijual “ Ravi apa maksud kamu? Kamu ngejual kakak ! “ bentak Ami. “ kalo iya kenapa ? “ jawab Ravi santai “ KETERLALUAN KAMU ! “ Ami nampak semakin marah. Ravi langsung menyergap tubuh kakaknya dan memasukkannya kedalam kamar, ia mengikat kedua tangan Ami keatas dan diikatkan keujung tempat tidur “ lepasinnn “ pinta Ami, Ravi tak menggubris, ia melanjutkan aksinya, ia menyumpalkan 2 buah CD Ami yang ada di lemarinya kedalam mulut Ami agar tak bisa teriak, ia melanjutkan membuka seluruh kancing jaket jeansnya dan yang terakhir, ia mengangkat rok jenas itu dan mulai menyalakan dildo dan langsung memasukkannya ke vagina Ami, ia mengangkat kedua kaki Ami dan mengikatnya di ujung tiang tempat tidur. Kemudian Ravi mengambil lakban dan merekatkan dildo itu di vagina Ami agar tak lepas. Air mata Ami kembali jatuh, ia tak menyangka hal ini akan terjadi. “ rasain tuh hukuman sampe besok “ kata Ravi, ia mengunci kamar itu dari luar. Ami hanya bisa menggeliatkan tubuhnya tak karuan semalaman ini bersama dildo yang menancap di vaginanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.