Kakakku Hartaku

Ami dan Ravi adalah kakak beradik yang merupakan yatim piatu. Mereka tinggal disebuah rumah kecil yang diberikan oleh om mereka. Ami sudah berkuliah sementara Ravi kelas 11. Ami merasa kini ia juga harus bekerja untuk membiayai kehidupannya bersama adiknya, maka dari itu selagi kuliah ia kerja sambilan disebuah rumah makan yang lumayan besar sebagai waiter, semenjak ada Ami rumah makan ini menjadi semakin ramai.

Hari ini rumah makan dimana Ami bekerja sangat ramai, mereka bahkan baru keluar setelah beres – beres pukul 11 malam, padahal biasanya jam 10 atau bahkan setengah 10 rumah makan ini sudah tutup. Ami berpamitan pada salah satu temannya karena ojek online orderan Ami sudah datang. Setibanya dirumah, Ami melihat rumahnya masih gelap, artinya Ravi belum pulang kerumah, Ami yang sudah sangat lelah menyalakan lampu dan memutuskan berbaring disofa sambil menunggu adiknya pulang. Pukul 1 pagi, Ravi baru sampai dirumah, ia membuka pintu depan, melihat kakaknya masih dengan pakaian kerjanya berupa polo hitam dan rok hitam yang sudah tersingkap memperlihatkan paha kakaknya yang putih mulus. Mata Ravi yang tinggal 5 watt kembali terang, ia mendekat perlahan kearah kakaknya agar ia tak terbangun, ia tertegun melihat paha mulus kakaknya serta payudaranya yang nampak sesak dengan polo hitam kerjanya. Ravi mulai mengelus pelan paha kakaknya, melihat tak ada reaksi dari kakaknya yang tertidur, ia menyibakkan rok kakaknya hingga CD putih kakaknya terlihat, Ravi menelan liurnya melihat keseksian kakaknya. Ravi mengambil smartphonennya dan memilih memotret kakaknya dengan rok yang sudah tersibak. Ia kembali melanjutkan aksinya, ia mengelus payudara kakaknya yang masih dilapisi BH dan polo, Ravi mencoba menarik keatas polo hitam itu, bagian pusar Ami mulai terlihat, semakin keatas semkain Ravi merasa ragu, ia melihat Ami tak merasa terganggu, mungkin ia merasa sangat lelah hari ini. Polo hitam itu semakin keatas, memperlihatkan tubuh Ami yang langsing dan tampaklah payudara Ami yang masih ditutupi BH hitam, Ravi kembali memotret kakaknya yang hampir telanjang itu. Ravi semakin penasaran melihat tubuh kakaknya, ia menyingkap BH Ami tampaklah payudara yang lumayan besar dan padat itu dihiasi puting bewarna pink. Penis ravi langsung tegang, ia langsung mengambil beberapa kali foto Ami. Ravi mendekatkan wajahnya ke payudara Ami sebelah kanan, lidahnya mulai menjulur keluar dan mengenai puting Ami. Ravi melihat sebentar kearah Ami, ternyata Ami masih terlelap, ia mulai menjilati puting Ami keatas kebwah berulang kali, melihat tak ada reaksi Ami akan bangun, Ravi mulai menyedot puting Ami “ ehhhh” terdengar desahan pendek dari Ami, Ravi sedikit kaget dan kembali melanjutkan menyedot puting Ami dan menjilatinya. Beberapa menit kemudian Ravi meremas halus payudara kiri Ami dan sesekali mencubit putingnya. Ami menggelengkan kepalanya dan sesekali mendesah. Ami merasakan semakin lama kalau ini bukanlah mimpi, ia berusaha menyadarkan dirinya, matanya mulai terbuka, ia melihat orang yang tak asing sedang menjilati dan meremas payudaranya, saat hendak berteriak, Ravi langsung membungkam mulut Ami karena ia mengetahui Ami sudah sadar “ kakak jangan berisik, kakak gak malu kalo sampai tetangga denger adik perkosa kakaknya?” Ravi mengancam Ami, “ kalau ngerti ngangguk “ Ravi melanjutkan dan Ami pun mengangguk, perlahan Ravi melepas bekapan tangannya “ kamu ngapain ngelakuin kayak gini? “ Ami bertanya sembari terisak “ lagian kakak tidur, masih paku baju kayak gini, terus roknya nyingkap “ Ravi membela “ kakak capek Vi abis pulang kerja “ Ami membalas “ ohh.. tapi sayang aku gak peduli “ belum hilang rasa kaget Ami, Ravi langsung mencium bibir Ami, Ami berusaha berontak namun tenaganya kalah dari Ravi. Hampir 5 menit berciuman, Ravi melepas ciumannya “ kakak mantep bener, kita lanjut ke kamar yuk ? “ ajak Ravi, Ami menggelengkan kepalanya, tak terima Ravi menjambak rambut panjang Ami dan memaksanya kekamar. “ jangan Vi, inget kita adik kakak “ Ami mulai menangis memohon pada adiknya sendiri, namun apa peduli Ravi, ia tetap menariknya kekamar. Sesampainya dikamar, Ravi menyuruh Ami untuk menuju ranjang, Ami sekarang hanya bisa menuruti permintaan Ravi, ia duduk ditepi ranjang, Ravi menutup pintu dan menghampiri kakaknya yang sedang duduk ditepi ranjang. “ buka semua pakaian kakak SEKRANG ! “ perintah Ravi, dengan sedikit ragu, Ami melepas polo serta BH nya, begitu pula roknya, namun ia tidak melepas CD nya “ aku bilang buka semua “ Ravi menghampiri kakaknya dan memaksa menarik CD Ami, Ami berusaha mempertahankan CD nya, ia mengatupkan kedu kakinya. Karena kesal, Ravi menampar Ami, dan pertahanannya melemah, Ravi langsung melepas CD Ami dan membuangnya kesembarang arah. Ravi kagum melihat vagina Ami yang ditumbuhu bulu halus karena Ami sering merawat vaginanya. Ravi membuka lebar kedua kaki Ami, wajahnya hanya berjarak beberapa centi dari vagina Ami. Ia langsung menjilati vagina Ami. Ami yang merasa vaginanya sudah dijilat Ravi, ia berusaha bangkit dan melawan, ia berusaha menjauhkan kepala Ravi dari vaginanya, namun kepala Ravi sudah seperti menempel di vaginanya “ ahhh … udahhhh Vi….ahhhh “ Ami berusaha melawan namun sesekali desahannya terdengar.

Ami sudah mulai lelah melawan adiknya yang sudah dirasuki hawa nafsu yang besar, wajahnya mulai mengeluarkan keringat, beberapa helai rambut menempel ditenguk dan dahinya, peluhnya juga membasahi punggung Ami. Ravi akhirnya menemukan klitoris kakaknya, menggunakan tangan kanan Ravi memencet klitoris kakaknya, Ami merasa seperti tersengat listrik, ia kembali berusaha melawan namun usahanya tetap gagal, ia sudah sangat lelah. Ravi mulai merasa vagina Ami sudah mulai basah.

Kini posisi badan Ami dikasur sementara kakinya menjuntai kelantai dan ditengahnya ada Ravi yang sudah berdiri, Ami mengira penderitaanya telah usai, namun ia salah, Ravi melepas sabuk dan dasinya, ia meluruskan badan Ami agar seluruhnya dikasur, ia mengangkat kedua tangan Ami dan mulai mengikatnya ke masing – masing sisi kasur “ kamu mau ngapain ? “ Ami bertanya takut pada Ravi “ udahlah gak usah pura – pura bego. “ Ravi mulai melepas seragam SMA nya, Ami mulai ketakutan, tampakm penis yang sudah menengang dibalik kolor hitam Ravi.

Ravi duduk dipayudara Ami, memperlihatkan penisnya yang menengang, kolornya sudah dilepas. Ami ketakutan. Ravi mulai mengeluskan penisnya disekitar wajah Ami. Ami menutup matanya, tak berani melihat penis itu mengelilingi wajahnya, ia nampak jijik, namun tidak dengan Ravi, ia terlihat senang. Puas bermain diwajah kakaknya, Ravi kini beroindah duduk di bawah payudara Ami dan menjepitkan penisnya disela payudara Ami, ia menekan kedua payudara Ami dan menjepit penisnya, ia mulai memaju mundurkan penisnya disela payudara Ami. Terlihat cairan bening keluar dari lubang penis Ravi, Ravi memberhentikan kocokannya “ kak jilat dong, ujung penisku “ Ami meolak “ cepet “ Ravi memaksa, dengan sangat terpaksa dan jijik Ami menjilat ujung penis Ravi. Ami merasa rasa asin dari cairan itu dan sedikit bau pesing. Tubuh Ravi menggeliat karena penisnya dijilat oleh Ami.

Ravi meninggalkan Ami diranjang dengan posisi tangan masih terikat dimasing – masing ujung tempat tidur, Ravi mengambil CD Ami yang tadi ia lempar, lalu menyumpalkannya dimulut Ami. “ sekarang hidangan utama “ ucap Ravi semangat, wajah Ami terlihat takut, ia belum pernah melakukan ini. Ravi membentangkan kedua kaki Ami, menempatkan penisnya tepat pada lubang vaginanya, Ami berusah berontak, air matanya mulai membasahi pipinya. Penis Ravi berusaha memasuki lubang vagina yang masih sempit itu, Ami menutup matanya. Kepala penis Ravi mulai masuk kedalam vagina Ami. Ami mengeram menahan sakit ketika penis Ravi sudah masuk setengah. Tiba tiba Ravi langsung memasksa masuk penisnya menembus vagina Ami “ ehmmmmmmmm….ehmmmmmmmmm “ Air mata Ami kembali turun dengan deras, ia merasakan sakit yang amat sakit di vaginanya, Ravi telah mengambil keperawanan dirinya. Ravi merem melek saat penisnya dibiarkan adaptasi di vagina Ami. Setelah dirasa cukup, Ravi melihat ada darah keluar dari sela vagina dan penisnya.

Ravi merasa bangga bisa memperawani kakaknya. Ini pertama kali ia memperawani wanita, walaupun baru pertama kali memperawani wanita, ia sudah sering main wanita baik teman disekolahnya atau teman sepergaulannya tanpa sepengathuan Ami.

Ravi mulai menggenjot penisnya secara perlahan, Ami kembali merintih, mulutnya masih disumpal CD nya sendiri. Genjotan Ravi semakin cepat membuat payudara Ami bergoyang mengikuti irama goyangan tubuhnya, Ravi tak membiarkan payudara Ami menganggur, ia langsung meremas payudara itu. Ami menggelengkan kepalanya kekiri kekanan menahan rasa sakit di vagina dan payudaranya. Ravi menyempatkan mengambil smartphonenya sambil tetap menggenjot vagina Ami dan memfoto bagian atas tubuh Ami. Ia kembali meremas dan mencubit puting Ami, peluh semakin membanjiri tubuh Ami membuat Ravi semakin bersemangat mengentoti kakaknya sendiri. Ravi melihat ketiak Ami yang basah dan merasa tergoda untuk menjilatinya, saat menjilati ketiak Ami, Ami merasa sangat geli di ketiaknya.

Hampir 10 menit memperkosa Ami, Ravi merasa ia akan keluar, ia mempercepat genjotannya, terdengar bunyi benturan telur penis Ravi dengan bongkahan pantat Ami yang lumayan keras, dan “ crotttt……crottttt…..crotttttt……crottttttt “ terdengar beberapa tembakan sperma dari penis Ravi didalam vagina Ami, tubuh Ravi menegang. Lelehan sperma Ravi bahkan terlihat meleleh keluar dari sela – sela penisnya yang masih menyatu dengan vagina Ami. Ami kembali menteskan air mata, ia merasa sangat terhina.

Ravi membiarkan penisnya didalam vagina Ami dan mengecil sendiri dan terlepas sendiri. Saat sudah mengecil, ia melepas sumpalan CD dimulut Ami dan menyuruhnya membersihkan penisnya, Ami kembali menolak, Ravi langsung mengarahkan penisnya yang berlumur sperma dan sedikit darah itu kemulut Ami. Dengan sangat terpaksa Ami membersihkan penisnya. Ravi melepas penisnya, dan Ravi kembali memfoto Ami yang sedang telanjang serta payudara dan vaginanya yang baru saja dan dibobol. Ravi juga menyumpal lagi mulut Ami dan meninggalkannya begitu saja dalam keadaan telanjang dan terikat. Ami menangis maratapi nasibnya.

30 menit kemudian Ravi kembali. Ia melepas ikatan dikedua tangan kakaknya dan juga CD yang menyumpal mulutnya. Ami baru hendak berbicara “ nungging ! “ Ravi langsung menyuruh Ami. Ami memasang mimik heran “ NUNGGING ! “ perintah Ravi lagi, kesal karena perintahnya tak dituruti, Ravi menunggingkan kakaknya dengan paksa, lalu mengangkat pantatnya, ia langsung mengarahkan penisnya kembali ke lubang vagina Ami. “ ahhhhh “ Ami berteriak kesakitan “ stttt jangan berisik kak, mau ketahuan tetangga? Ami hanya menggeleng. “ ya udah nikmatin aja “ Ravi langsung menggenjot kakaknya. Ami bertumpu dengan tangannya dan lututnya. Ravi kembali meremas payudara Ami yang menggantung dan tangan satunya menampar pantat Ami yang sekal itu. “ ahhhh….ahhhh…sak…..ahhhhh “ Ami berusaha menahan rasa sakit yang dibuat adiknya pada dirinya. Ravi semakin mempecepat genjotannya, tak kuat Ami membenamkan wajahnya dibantal. Ia semakin keras meremas dan mencubit puting Ami. “ crotttt….crotttt….crotttt “ tembakan sperma kembali memenuhi vagina Ami walaupuntak sebanyak tadi. Ravi melepas penisnya dan kembali membalikkan posisi Ami telentang dan menyuruhnya menjilati penisnya. Rambut panjang Ami sudah menutupi sebagian wajahnya, apalagi ditambah peluhnya, membuat Ravi kembali terangsang, ia langsung memotret kakaknya dan langsung memperkosa mulut kakaknya, ia memaju mundurkan kepala Ami, karena memang belum pernah diperlakukan seperti itu, gigi Ami beberpa kali menggigit pelan penis Ravi, namun ia tak peduli, ia terus memperkosa mulut Ami, tak lama kemudian Ravi kembali keluar, ia menyuruh Ami menelan sperma yang sedikit itu, dengan terpaksa Ami menelan sperma itu agar tetap bisa bernafas. “ hahhh.hahhhh….hahhhh terlihat wajah Ami yang memerah karena kelelahan lalu tertidur dengan kondisi telanjang. Ravi mengabadikan momen ini dan memilih tidur bersama kakaknya.

“ woi bangunn, perekkk bangun “ seseorang seperti sedang menampar pipinya kanan kiri. Siapa lagi kalau bukan Ravi yang sedang menampar Ami dengan penisnya. Ami merasa sangat lelah “ kenapa dek? “ tanya Ami lemah. “ masakin gue nasi goreng “ perintah Ravi, kali ini ia menggunakan kata ‘ Gue “ dengan kakaknya. “ kakak capek dek, kamu perkosa kakak semalaman “ Ami membela “peduli apa gue? Sekarang gue laper dan gue minta elu masak “ Ravi semakin kesal “ atau gue share foto bugil lu telanjang “ Ravi mengancam, Ami kaget lalu menuju dapur dengan sedikit linglung san mengangkang karena lelah dan sakit di vaginanya. Saat hendak mengambil pakaiannnya Ravi melarangnya dan menyuruh Ami memasak dan melakukan semua aktifitas dirumah telanjang, Ami hanya bisa menurut. Ia mulai memasak nasi goreng sambil telanjang, Ravi merekam kakaknya dari berbagai angle, Ami merasa sangat risih direkam dalam keadaan telanjang. Ravin makan dengan lahap nasi goreng buatan kakaknya yang memang jadi favoritnya. Selesai makan, fantasi Ravi kembali aktif, ia menumpahkan minyak goreng ke tubuh kakaknya dan meratakannya hingga kaki =, kini semua tubuh Ami terlihat berkilau, Ravi memfoto kakaknya yang diolesi minyak itu. Ami mengeluarkan air matanya diperlakukan begitu oleh adiknya sendiri. Ravi kembali terangsang, ia langsung memperkosa kakaknya. Ami bertumpu pada wastafel yang berada dipojok dapur, ia perkosa adiknya dalam kondisi berdiri, ia menciumi bibir Ami dengan sangat ganas “ ahhhh…..ahhhhh…..ahhhhh….aahhhhh “ Ami mendesah keras saat diperkosa oleh adiknya. 10 menit kemudian Ravi merasa ia akan keluar, ia menyuruh kakaknya jongkok dan ia mulai mengocok penisnya dan mengeluarkannya diwajah kakaknya sebagian juga ada yang jatuh dipayudara dan sebagian mengenai rambutnya, Ami hanya menutup mata. Lagi dan lagi Ravi kembali memfoto kakaknya dan saat selesai diratakan sperma dimuka Ami ia kembali memotret kakaknya yang kini semua tubuhnya berkilau karena keringat, minyak dan juga sperma. Ami menangsis dipojok dapur sementara Ravi duduk melihat koleksi foto Ami dari semalam. Terlintas ide liar Ravi, ia melihat kakaknya yang masih memeluk kakinya mennagis dipojok dapur lalu tersenyum jahat “ gue dapet ide “ batin Ravi

———————————— BERSAMBUNG ————————————

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.